Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diduga Jurnalis Dihalangi Oknum Preman Saat Liputan Aktivitas Dump Truk di SPBU 64.781.21 Pontianak

Oleh On Mei 06, 2026

Pontianak – Sejumlah jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan di area SPBU nomor registrasi 64.781.21, Jalan Dr. Wahidin S No.28K, Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, Kalimantan Barat, diduga mengalami penghalangan dari sejumlah oknum preman, Kamis (7/5/2026).

Peristiwa tersebut terjadi saat wartawan mencoba melakukan dokumentasi terhadap sebuah dump truk bertutup tenda atau terpal yang berada di dalam area SPBU. Dari informasi yang dihimpun di lapangan, di dalam dump truk tersebut diduga terdapat sejumlah drum.
Saat para jurnalis melakukan pengambilan gambar dan konfirmasi, beberapa oknum yang diduga menjaga kendaraan tersebut disebut langsung mendatangi wartawan dan melakukan intimidasi verbal. 

Situasi sempat memanas karena para jurnalis merasa dihalangi saat menjalankan tugas peliputan.
Tidak hanya itu, oknum tersebut juga diduga melontarkan kata-kata kasar dan bernada penghinaan kepada wartawan. 
Tindakan tersebut dinilai mencederai kebebasan pers yang dilindungi undang-undang.

Sebagai pilar demokrasi, wartawan memiliki hak untuk mencari, memperoleh, dan menyampaikan informasi kepada publik. Hal itu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. 

Dalam Pasal 18 ayat (1) ditegaskan bahwa setiap orang yang dengan sengaja menghambat atau menghalangi pelaksanaan kerja pers dapat dikenakan sanksi pidana.

Keberadaan dump truk bertutup terpal yang diduga mengangkut drum di dalam area SPBU juga menjadi perhatian masyarakat. 

Sejumlah pihak meminta aparat terkait melakukan pemeriksaan guna memastikan aktivitas di lokasi berjalan sesuai aturan dan tidak melanggar ketentuan distribusi BBM bersubsidi maupun keselamatan operasional.

Para jurnalis berharap aparat penegak hukum dapat memberikan perlindungan terhadap kerja-kerja pers di lapangan serta menindak tegas apabila ditemukan adanya intimidasi maupun penghalangan terhadap tugas jurnalistik dapat dikenakan Pasal 18-40 th 1999-Dena 500.000.000.00 Pidana Penjara 2 tahun.-(Tim red)

Datangi SMA Negeri 1, Polsek Silat Hulu Tertibkan Knalpot Brong

Oleh On Mei 06, 2026

Www.bidiksatunews.com
Kapuas Hulu – Polsek Silat Hulu Polres Kapuas Hulu Polda Kalbar mendatangi SMA Negeri 1 Silat Hulu untuk menertibkan penggunaan knalpot brong pada kendaraan pelajar sekolah tersebut,  Kamis (7/5/2026) pukul 10.00 wib.

Kegiatan ini menyasar sepeda motor yang tidak sesuai spesifikasi teknis dan berpotensi mengganggu ketertiban umum serta keselamatan berlalu lintas.
Penertiban dipimpin langsung Kapolsek Silat Hulu AKP Jaspian bersama Kanit Samapta, Kanit Binmas, Kanit Provost, Kanit Intelkam dan Kasium. Petugas melakukan pemeriksaan langsung di lingkungan sekolah dan mendapati sejumlah kendaraan siswa menggunakan knalpot tidak standar.

Dalam pelaksanaannya, polisi mengambil langkah persuasif-edukatif. Siswa yang terjaring diminta mengganti knalpot brong dengan knalpot standar di tempat. Selain itu, mereka diwajibkan membuat surat pernyataan yang diketahui pihak sekolah untuk tidak mengulangi pelanggaran serupa.
“Kami mengedepankan pembinaan. Knalpot brong diganti dengan knalpot standar, lalu siswa membuat surat pernyataan yang disaksikan pihak sekolah,” jelas Kapolsek Silat Hulu AKP Jaspian.

Selanjutnya, AKP Jaspian menambahkan, dari hasil penertiban tersebut, sebanyak 7 kendaraan terjaring. Knalpot brong yang dilepas kemudian diamankan dan dibawa ke Polsek Silat Hulu sebagai barang bukti. 

“Langkah ini bagian dari upaya menjaga ketertiban, kenyamanan warga, serta keselamatan berlalu lintas,” ujar AKP Jaspian.

Kapolsek menambahkan dalam giat penertiban knalpot brong ini, pihaknya mengutamakan pendekatan secara humanis dengan dibantu oleh dewan guru agar lebih mudah memberikan pemahaman pada pelajar.

“Kami berharap juga orang tua maupun dewan guru untuk bersama-sama kami membantu memberikan imbauan agar tidak ada lagi penggunaan knalpot brong ini baik disekolah maupun diluar sekolah,” ujar AKP Jaspian.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Polsek Silat Hulu serta mendukung langkah kepolisian khususnya Polsek Silat Hulu dalam menertibkan knalpot brong yang digunakan oleh siswa kami dan kami berkomitmen memperkuat pengawasan kepada para siswa kami," ujar Yeheskil, S.Pd selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Silat Hulu singkat.

Wujudkan Sintang Bersih: Aksi Nyata "Emak-Emak" Bersihkan Sampah di Jalanan Kota.

Oleh On Mei 06, 2026

www.bidiksatunews com
SINTANG –kalimantan barat, Semangat gotong royong ditunjukkan secara nyata oleh sekelompok ibu-ibu (Mak-mak) di kawasan Baning Kota, Kecamatan Sintang. 

Pada Kamis pagi (7/5), mereka turun ke jalan untuk melakukan aksi bersih-bersih sampah di sepanjang Jalan Stadion.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, sekaligus mendukung visi terwujudnya Kota Sintang yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warganya.
Gotong Royong Tanpa Pamrih
Dengan membawa peralatan sederhana seperti sapu lidi dan pengki, para ibu ini menyisir bahu jalan untuk mengumpulkan sampah plastik dan dedaunan kering yang mengganggu pemandangan. Meski di bawah terik matahari, antusiasme warga terlihat sangat tinggi dalam menata lingkungan mereka agar lebih asri.

"Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama sebagai warga Sintang. Dimulai dari langkah kecil seperti ini, kita berharap kota kita bisa lebih bersih," ujar salah satu warga di lokasi.

Harapan untuk Kota Sintang
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi warga di wilayah lain untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan menjadi kunci utama agar keindahan Ibu Kota Kabupaten Sintang tetap terjaga.

Aksi spontanitas ini mendapat apresiasi dari pengguna jalan yang melintas. Masyarakat berharap gerakan serupa dapat terus berlanjut secara rutin demi menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan bebas dari sampah.


Penulis : Bambang

Rayakan HUT ke-664, Sintang Hadirkan Andra Bagindas dan Pameran Ekraf di Stadion Baning

Oleh On Mei 06, 2026

www.bidiksatunews.com⁠
SINTANG – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-664 Kota Sintang tahun 2026 dipastikan berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, persiapan acara bertajuk “Festival Musik, Panggung Hiburan Rakyat, Pameran Ekraf dan Kuliner” telah mencapai tahap akhir. 

Kegiatan ini akan dipusatkan di Stadion Baning dan dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai 7 hingga 16 Mei 2026.

Perayaan tahun ini mengusung slogan “Sintang Kota Bersama: Bersatu - Asri - Maju”, sebagai bentuk semangat kolaborasi dalam membangun daerah.

Pusat Kemeriahan di Stadion Baning
Stadion Baning akan menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari hiburan musik hingga pameran produk lokal. 
Momentum ini juga menjadi refleksi sejarah panjang Sintang yang berdiri sejak tahun 1362.

Hadirkan Artis Nasional dan Produk Lokal
Salah satu agenda yang paling dinanti masyarakat adalah penampilan musisi nasional Andra Bagindas dalam Panggung Hiburan Rakyat. 

Kehadirannya diprediksi akan menarik ribuan pengunjung, tidak hanya dari Sintang tetapi juga dari daerah sekitar.

Selain hiburan, kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan ekonomi lokal melalui:
Pameran Ekonomi Kreatif (Ekraf): Menampilkan berbagai produk unggulan seperti kerajinan tangan, tenun ikat, dan inovasi lokal khas Sintang.

Kuliner Nusantara: Beragam sajian makanan tradisional hingga modern yang siap memanjakan pengunjung.
Dukungan dan Harapan
Perayaan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sintang, Pesona Indonesia, serta Bank Kalbar. 

Sinergi antara budaya, hiburan, dan ekonomi kreatif diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat identitas daerah.

Masyarakat diimbau untuk turut serta meramaikan acara ini dengan tetap menjaga ketertiban, kebersihan, serta kenyamanan bersama selama kegiatan berlangsung.

Di Larang mengkopi paster Hak cipta karia media orang lain. 

Penulis: Bambang

Silat Hulu "Terisolasi" Lumpur: Jeritan Rakyat di Tengah Jalan yang Terlupakan.

Oleh On Mei 05, 2026

www.bidiksatunews.com.
5/mei/2026
KAPUAS HULU – Pemandangan roda sepeda motor yang tenggelam separuh badan ke dalam lumpur dan truk-truk logistik yang harus ditarik paksa bukan lagi pemandangan asing, melainkan "makanan sehari-hari" yang pahit bagi masyarakat Kecamatan Silat Hulu. Di balik rimbunnya hutan Kalimantan, tersimpan keputusasaan mendalam dari warga yang merasa dianaktirikan oleh pemerintah.

Kondisi infrastruktur jalan yang hancur lebur kini telah mencapai titik nadir. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian dan akses utama pendidikan serta kesehatan, kini berubah menjadi kubangan raksasa yang siap menelan kendaraan apa pun yang melintas.
Janji yang Tak Kunjung Tiba
Masyarakat merasa pemerintah telah menutup mata.
 Prioritas pembangunan yang kerap didengungkan dalam pidato politik terasa seperti pepesan kosong bagi warga Silat Hulu.
"Kami merasa seperti bukan bagian dari negeri ini. Jalan yang seharusnya diutamakan justru diabaikan.

 Apakah kami harus menunggu ada korban jiwa baru ada perbaikan?" ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya dengan nada getir.

Dampak Nyata: Ekonomi Lumpuh, Rakyat Sengsara
Bukan hanya soal sulitnya melintas, hancurnya jalan ini berdampak domino pada kehidupan warga:
Harga Bahan Pokok Melonjak: Biaya angkut yang tinggi karena kendaraan sering terjebak lumpur membuat harga kebutuhan sehari-hari mencekik leher.

Akses Kesehatan Terhambat: Bayangkan jika ada warga yang sakit parah atau ibu yang hendak melahirkan; perjalanan yang seharusnya singkat berubah menjadi pertaruhan nyawa.

Pendidikan Terganggu: Guru dan siswa harus berjuang melawan lumpur setiap pagi hanya untuk sampai ke sekolah.
Gotong Royong di Tengah Keputusasaan
Dalam foto-foto yang beredar, terlihat jelas bagaimana warga harus bahu-membahu menarik kendaraan yang terjebak. Tanpa bantuan alat berat dari pemerintah, mereka hanya mengandalkan tenaga fisik dan peralatan seadanya.

Aksi gotong royong ini bukan lagi simbol kekompakan, melainkan simbol keterpaksaan karena tidak adanya kehadiran negara di jalur tersebut.

Harapan Masyarakat
Melalui berita ini, masyarakat Silat Hulu menuntut aksi nyata, bukan sekadar survei atau janji manis di masa kampanye. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi segera menurunkan anggaran darurat untuk perbaikan jalan ini.
Silat Hulu tidak butuh retorika. Mereka butuh aspal, mereka butuh akses, dan mereka butuh keadilan.

Penulis: Bambang.

Sat Reskrim Polres Kapuas Hulu Amankan Terduga Pelaku Penampungan Emas Ilegal

Oleh On Mei 04, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Kapuas Hulu, Satuan Reserse Kriminal Polres Kapuas Hulu berhasil mengamankan seorang pria berinisial H.T. (41 th alamat Kedamin Hulu Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu) yang diduga terlibat dalam aktivitas penampungan, pemanfaatan, pengolahan, pemurnian, serta penjualan emas yang tidak berasal dari pemegang izin usaha pertambangan resmi.

Penindakan dilakukan pada Selasa, 21 April 2026, di kawasan Jalan Diponegoro, Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu,kegiatan ini dalam rangka menindaklanjuti Perintah Kapolda Kalbar dalam Penindakan Terhadap aktifitas PETI diwilayah Hukum Polda Kalbar, selanjutnya setelah petugas menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan adanya transaksi emas ilegal.

Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa emas dalam bentuk lempengan dan pasir, alat timbang, peralatan peleburan, bahan kimia, serta perlengkapan lain yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas tersebut. 
Adapun barang bukti Emas yang berhasil disita sbb :

•  Emas Dengan Berat 251, 26 Gram yang terdiri dari 4 (empat) Bungkus dengan Bentuk yang sudah Di cor

•. Emas Dengan Berat 9, 23 Gram yang terdiri dari 3 (tiga) Bungkus dengan Bentuk Pasir.

Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polres Kapuas Hulu guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik Sat Reskrim juga terus melakukan pendalaman kasus, termasuk pemeriksaan ahli dan pengembangan terhadap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Polres Kapuas Hulu mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar mematuhi regulasi yang berlaku dalam kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara demi menjaga kelestarian lingkungan serta meminimalisir potensi kerusakan alam.

INFO KECELAKAAN: Ditemukan Korban Kecelakaan Tanpa Identitas di Silat Hilir.

Oleh On Mei 04, 2026

www.bidiksatunews com.
5/mei/2026.
KAPUAS HULU – Telah terjadi kecelakaan lalu lintas di wilayah Dusun Budi Daya, Desa Nanga Nuar, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu.

Hingga saat ini, identitas korban laki-laki tersebut belum diketahui (Mr. X). Pihak berwenang dan warga di lokasi kejadian tengah berupaya mencari pihak keluarga atau kerabat yang mengenal ciri-ciri fisik korban.

Kronologi & Penemuan:
Lokasi: Dusun Budi Daya, Desa Nanga Nuar, Kec. Silat Hilir.
Kondisi Korban: Mengalami luka-luka di bagian wajah dan saat ini sedang dalam penanganan. Korban mengenakan jaket berwarna hitam.

Panggilan untuk Keluarga:
Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenali wajah pria dalam foto tersebut, diharapkan untuk segera:
Menghubungi Polsek Silat Hilir.

Mendatangi fasilitas kesehatan terdekat di wilayah Silat Hilir tempat korban dievakuasi.
Mohon bantuan warganet untuk menyebarkan informasi ini agar keluarga korban segera dapat ditemukan. 

Tim media: bamabang

Warga dan Polisi Bergotong Royong Perbaiki Jembatan Rusak di Mengkurai, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Oleh On Mei 04, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Sintang, Kalimantan Barat – 5 Mei 2026
Kondisi jembatan di Kelurahan Mengkurai, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang yang mengalami kerusakan berat sejak lama akhirnya mendapat perhatian dari masyarakat setempat bersama aparat kepolisian. Tanpa menunggu perbaikan dari pemerintah, Kapolsek Kota Sintang bersama anggotanya turun langsung bergotong royong membantu warga memperbaiki jembatan agar dapat kembali dilalui dengan aman.
Jembatan yang menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat tersebut sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah, sehingga membahayakan pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan roda dua. Warga mengaku sudah lama mengeluhkan kondisi ini, namun hingga kini belum ada perbaikan signifikan dari pihak terkait.
Melihat kondisi tersebut, Kapolsek Kota Sintang bersama personel mengambil inisiatif untuk turun langsung ke lapangan. Dengan alat seadanya, mereka bersama warga melakukan perbaikan darurat, mulai dari memperkuat bagian yang rapuh hingga mengganti beberapa material yang sudah tidak layak.
Salah satu warga Mengkurai menyampaikan bahwa aksi gotong royong ini sangat membantu, meskipun sifatnya masih sementara. Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan permanen agar jembatan tersebut benar-benar aman dan tahan lama.
Kapolsek Kota Sintang dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kehadiran polisi tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam membantu mengatasi kesulitan warga.
“Ini bentuk kebersamaan dan kepedulian kita semua. Namun kami berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan perhatian serius untuk perbaikan permanen,” ujarnya.
Masyarakat berharap aksi gotong royong ini menjadi perhatian bagi pemerintah Kabupaten Sintang agar segera melakukan peninjauan dan penganggaran perbaikan jembatan secara menyeluruh. Mengingat jembatan tersebut merupakan akses penting bagi mobilitas warga dan kegiatan ekonomi sehari-hari.
Hingga saat ini, jembatan tersebut sudah dapat dilalui kembali, meskipun warga tetap diimbau untuk berhati-hati karena kondisi perbaikan masih bersifat sementara.--(Bambang)

GOTONG ROYONG WARGA PERBAIKI JEMBATAN, KAPOLSEK KOTA SINTANG TURUN LANGSUNG KE LAPANGAN

Oleh On Mei 04, 2026

www.bidiksatunews.com-
Sintang, 4 Mei 2026 – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan oleh masyarakat Kelurahan Mengkurai, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Warga bersama aparat setempat bahu-membahu memperbaiki jembatan Sungai Ara yang beberapa hari terakhir menjadi perhatian publik dan viral di media sosial.
Kegiatan perbaikan ini melibatkan Kapolsek Kota Sintang beserta jajarannya, Lurah Mengkurai, Bhabinkamtibmas, serta para Ketua RT 09, 10, 11, 12, dan 13 bersama masyarakat RW 03. Mereka turun langsung ke lapangan, bergotong royong memperbaiki jembatan yang menjadi akses penting bagi warga.
Aksi nyata ini menuai apresiasi dari masyarakat. Di tengah kondisi infrastruktur yang membutuhkan perhatian serius, kehadiran aparat kepolisian dan pemerintah kelurahan dinilai menjadi contoh kepedulian dan respons cepat terhadap kebutuhan warga.
Namun di sisi lain, masyarakat juga mempertanyakan peran para pemangku kebijakan di tingkat daerah. Hingga saat ini, belum terlihat langkah konkret dari pihak terkait untuk menangani perbaikan jembatan secara menyeluruh.
Koordinator lapangan kegiatan menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolsek Kota Sintang, Bapak Heru beserta jajaran, Lurah Mengkurai, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi, baik dalam bentuk tenaga maupun sumbangan dana secara sukarela.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi ladang amal dan mendapatkan balasan dari Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga budaya gotong royong yang telah menjadi warisan leluhur bangsa Indonesia. Menurutnya, semangat kebersamaan harus terus dipertahankan agar generasi mendatang tetap memiliki kepedulian sosial yang tinggi di mana pun mereka berada.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kekuatan masyarakat dalam kebersamaan mampu menjadi solusi di tengah keterbatasan, sekaligus menjadi pengingat bagi pihak berwenang untuk lebih hadir dalam menjawab kebutuhan rakyat.,(Mr,Eddy)

Dengan Laksanakan DDS Cara Bhabinkamtibmas Polsek Silat Hulu Sampaikan Pesan-pesan Kamtibmas

Oleh On Mei 03, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Kapuas Hulu - Bripka Syahmadan salah satu anggota Bhabinkamtibmas Polsek Silat Hulu, Polres Kapuas Hulu, Polda Kalbar terus melaksanakan kegiatan DDS atau Door to door System di Desa binaannya, Senin (4/5/2026).

Kegiatan Door to Door System ini merupakan kegiatan sambang yang dilakukan oleh Bripka Syahmadan dari satu rumah ke rumah yang lain dan hal ini dilakukan secara rutin setiap hari oleh seluruh anggota Bhabinkamtibmas Polsek Silat Hulu.

Selain berupa kegiatan sambang, kegiatan DDS juga merupakan salah satu wujud keaktifan Bhabinkamtibmas dalam menciptakan situasi keamanan, agar masyarakat turut serta menjaga situasi kamtibmas yang telah kondusif dengan cara tidak ikut-ikutan terlibat dalam aksi kejahatan dan menanamkan kedalam diri sendiri bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat dimulai dari diri sendiri.
DDS juga bertujuan untuk mendengarkan keluh kesah atau permasalahan yang dirasakan masyarakat sehingga bisa bersama-sama untuk dicari jalan keluarnya.

Ditempat terpisah, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Roberto Apriyanto Uda, S.I.K., M.H., Kapolsek Silat Hulu AKP Jaspian mengatakan bahwa kegiatan DDS merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh para Bhabinkamtibmas demi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat di Desa binaan.

“Harapannya dengan kegiatan DDS ini Bhabinkamtibmas akan mengenal lebih dekat warganya, dan Bhabinkamtibmas juga dapat sedini mungkin mendatakan jika ada warga pendatang baru di wilayah binaannya,” ucap AKP Jaspian.

Kajari Sintang Pimpin Rapat Koordinasi Bahas Eskalasi Harga Dampak Kenaikan BBM Bersama BPKAD dan OPD

Oleh On Mei 03, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Sintang – Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Taufik Effendi, S.H., M.H., didampingi Kepala Seksi Intelijen Echo Aryanto Pasodung, S.H., M.H., menerima dan memimpin rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Sintang di Aula Kejaksaan Negeri Sintang.

Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sintang, Inspektur Kabupaten Sintang, serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membahas usulan eskalasi harga yang terjadi akibat dampak langsung dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dalam arahannya, Kajari Sintang menekankan pentingnya kehati-hatian dan ketelitian dalam menyusun kebijakan terkait penyesuaian harga, khususnya yang bersumber dari anggaran daerah. 

Ia mengingatkan agar setiap langkah yang diambil tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, guna menghindari potensi permasalahan hukum di kemudian hari.

“Koordinasi ini sangat penting untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar tepat, transparan, dan akuntabel. Kenaikan harga BBM tentu berdampak luas, sehingga perlu disikapi secara cermat oleh seluruh OPD,” ujar Kajari.

Sementara itu, pihak BPKAD Kabupaten Sintang memaparkan sejumlah usulan terkait penyesuaian harga yang terdampak langsung, termasuk pada sektor pengadaan barang dan jasa serta kegiatan operasional pemerintah daerah. 

Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pelaksanaan program dan kegiatan yang telah direncanakan.

Inspektur Kabupaten Sintang juga menegaskan pentingnya pengawasan internal dalam setiap proses penyesuaian anggaran, agar tetap sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Rapat koordinasi berlangsung secara interaktif dengan berbagai masukan dari pimpinan OPD. Diharapkan, melalui kegiatan ini dapat tercipta kesepahaman serta langkah strategis yang tepat dalam menghadapi dampak kenaikan BBM, khususnya terkait eskalasi harga di Kabupaten Sintang.

Dengan adanya sinergi antara Kejaksaan Negeri Sintang dan Pemerintah Daerah, diharapkan setiap kebijakan yang diambil tidak hanya efektif secara administratif, tetapi juga memiliki kepastian hukum yang kuat.
(Si Juli)

Sinergitas TNI-Polri Bubarkan Arena Sabung Ayam di Silat Hilir, Warga Beri Apresiasi

Oleh On Mei 03, 2026

www.bidiksatunews.com⁠
3 Mei 2026
SILAT HILIR – Sinergitas antara TNI dan Polri kembali ditunjukkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Personel Polres Kapuas Hulu melalui Polsek Silat Hilir bersama Koramil Silat Hilir melakukan penertiban dan pembubaran arena judi sabung ayam di Dusun Keranji, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Minggu (3/5/2026).
Penindakan ini merupakan respons cepat atas laporan masyarakat yang merasa resah terhadap aktivitas perjudian yang kerap berlangsung di wilayah tersebut. Dalam pelaksanaannya, aparat mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas.
Kronologi Penindakan
Tim gabungan TNI-Polri langsung bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi tempat berlangsungnya sabung ayam. Setibanya di lokasi, petugas menemukan sejumlah warga yang tengah berkumpul.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan petugas antara lain:
Pembubaran massa, dengan memberikan imbauan secara persuasif kepada warga agar segera meninggalkan lokasi.
Pembongkaran fasilitas, berupa gelanggang atau “kelang” yang digunakan untuk aktivitas sabung ayam guna mencegah penggunaan kembali.
Edukasi Kamtibmas, dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dampak negatif serta konsekuensi hukum dari praktik perjudian.
Apresiasi Masyarakat
Tindakan tegas namun humanis dari aparat mendapat respons positif dari warga Dusun Keranji. Salah satu perwakilan masyarakat menyampaikan rasa terima kasih atas langkah cepat yang dilakukan.
“Kami sangat mengapresiasi tindakan TNI dan Polri. Mereka tegas, tetapi tetap mengedepankan pendekatan yang sopan dan tidak represif. Kami merasa dihargai dan dilindungi,” ungkapnya.
Komitmen Aparat
Kapolsek Silat Hilir menegaskan bahwa pihaknya bersama TNI akan terus memperkuat sinergi dalam memberantas segala bentuk penyakit masyarakat, termasuk perjudian.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi aktivitas perjudian di wilayah hukum kami. Terima kasih kepada masyarakat yang telah berani melapor. Kami akan terus hadir dengan pendekatan humanis namun tetap tegas dalam penegakan hukum,” tegas Kapolsek.
Dengan adanya penertiban ini, diharapkan situasi Kamtibmas di wilayah Silat Hilir tetap aman, kondusif, dan terbebas dari praktik perjudian yang meresahkan masyarakat.
Penulis: Bambang

Situs Batu Lingga Yoni: Jejak Pengaruh Kerajaan Kutai di Pedalaman Kalimantan Barat

Oleh On Mei 01, 2026

www.bidiksatunews.com⁠
2 Mei 2026
SEPAUK, SINTANG — Di tengah hamparan hijau hutan tropis Kalimantan Barat, tepatnya di Desa Bernayau, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, berdiri sebuah peninggalan bersejarah yang diam namun sarat makna: Situs Batu Lingga Yoni. Bagi masyarakat setempat, situs ini bukan hanya artefak kuno, melainkan saksi bisu perjalanan panjang interaksi budaya, kekuasaan, dan spiritualitas di Nusantara.
Mengacu pada keterangan resmi dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XII Kalimantan Barat, Batu Lingga Yoni tersebut memiliki nilai historis yang signifikan. Artefak ini diyakini berasal dari pengaruh Kerajaan Kutai, salah satu kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang berpusat di Kalimantan Timur.
Menurut catatan yang tertera di lokasi, batu ini dibawa ke wilayah Sintang pada tahun 1682 oleh otoritas kerajaan sebagai penanda batas wilayah kekuasaan. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh politik dan budaya kerajaan besar di masa lampau tidak terbatas pada pusat kekuasaan, tetapi menjangkau hingga ke pedalaman Kalimantan.
Simbol Spiritual dan Filosofi Kehidupan
Secara arkeologis, Lingga dan Yoni merupakan simbol penting dalam ajaran Hindu. Lingga melambangkan prinsip maskulin yang dikaitkan dengan Dewa Siwa, sementara Yoni melambangkan prinsip feminin atau kekuatan kosmik yang diasosiasikan dengan Dewi Parwati.
Keduanya tidak berdiri sendiri, melainkan bersatu sebagai representasi keseimbangan alam semesta—harmoni antara penciptaan, kehidupan, dan keberlanjutan. Dalam konteks ini, Batu Lingga Yoni di Desa Bernayau bukan sekadar simbol religius, tetapi juga refleksi filosofi kehidupan yang mendalam.
Situs ini kini ditempatkan dalam sebuah bangunan kecil menyerupai paviliun dengan sentuhan arsitektur lokal. Letaknya berada di depan bekas balai pertemuan Temenggung June, seorang tokoh adat yang pernah menjabat sebagai Kepala Suku Sekubang, menambah nilai historis dan kultural kawasan tersebut.
Dilindungi Undang-Undang, Dijaga untuk Generasi
Sebagai bagian dari warisan budaya nasional, Situs Batu Lingga Yoni telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan berada di bawah perlindungan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Regulasi ini mengamanatkan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan situs-situs bersejarah agar tidak hilang tergerus zaman.
Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia terus mendorong upaya pelestarian, termasuk pendokumentasian dan peningkatan kesadaran publik terhadap pentingnya situs-situs bersejarah di daerah.
Potensi Edukasi dan Pariwisata Sejarah
Keberadaan Situs Batu Lingga Yoni membuka peluang besar dalam pengembangan wisata berbasis sejarah dan budaya di Kabupaten Sintang. Bagi peneliti, akademisi, hingga wisatawan, situs ini menawarkan narasi penting tentang bagaimana jaringan kekuasaan dan budaya di Nusantara pernah terhubung lintas wilayah.
Lebih dari itu, situs ini menjadi pengingat bahwa identitas budaya Indonesia terbentuk dari pertemuan berbagai peradaban besar yang saling memengaruhi, bahkan hingga ke wilayah-wilayah yang kini dianggap terpencil.
Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan berbagai pihak, Situs Batu Lingga Yoni diharapkan tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga pusat pembelajaran sejarah yang hidup—menghubungkan masa lalu dengan masa kini, serta menginspirasi generasi masa depan untuk menjaga warisan leluhur bangsa.
Tim: Helena Lidia