Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cabjari Sanggau di Entikong Bagikan Kartu Identitas Anak untuk Perkuat Perlindungan Hak Anak di Wilayah Perbatasan

Oleh On Juli 14, 2026

Kalbar,www.bidiksatunews.com,
Entikong, Sanggau – Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Sanggau di Entikong melaksanakan kegiatan pembagian Kartu Identitas Anak (KIA) kepada anak-anak di Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Kejaksaan dalam mendukung perlindungan hukum dan kepastian identitas bagi anak, khususnya yang berada di wilayah perbatasan.

Pelaksanaan pembagian KIA mendapat dukungan dari Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat sebagai wujud sinergi antarinstansi dalam mewujudkan tertib administrasi kependudukan. Kepemilikan identitas resmi sejak usia dini dinilai sangat penting sebagai dasar pemenuhan berbagai hak anak, mulai dari pendidikan, layanan kesehatan, hingga perlindungan hukum.
Sejak tahap perencanaan, kegiatan difokuskan pada kemudahan akses masyarakat, terutama bagi keluarga yang anaknya belum memiliki identitas kependudukan. Seluruh proses pembagian KIA dilaksanakan secara tertib, transparan, serta melibatkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar data anak tercatat secara akurat.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Sanggau di Entikong menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari peran Kejaksaan dalam memberikan perlindungan kepada anak melalui pendekatan non-litigasi, khususnya dalam aspek kepastian hukum atas identitas anak.
"Kepemilikan Kartu Identitas Anak menjadi salah satu bentuk perlindungan awal yang sangat penting, karena identitas yang sah merupakan pintu masuk bagi anak untuk memperoleh hak-haknya secara penuh," ujarnya.

Sementara itu, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menegaskan bahwa fungsi Perdata dan Tata Usaha Negara tidak hanya berperan dalam penyelesaian sengketa hukum, tetapi juga memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan melalui edukasi serta fasilitasi hak-hak masyarakat, termasuk hak identitas anak.

Cabang Kejaksaan Negeri Sanggau di Entikong juga menyampaikan bahwa kegiatan pembagian KIA ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat perlindungan terhadap anak sebagai kelompok rentan di wilayah perbatasan, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan tertib administrasi kependudukan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak anak di wilayah perbatasan yang memiliki identitas resmi sebagai bentuk pengakuan dan perlindungan negara terhadap hak-hak dasarnya.

Cabang Kejaksaan Negeri Sanggau di Entikong menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program perlindungan anak melalui sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat dan instansi terkait lainnya, sehingga kepastian hukum dan pemenuhan hak anak dapat terwujud secara optimal.

Pererat Silaturahmi, Bhabinkamtibmas Polres Sintang Sambangi dan Sapa Hangat Warga Mekar Jaya RW 001.

Oleh On Juli 14, 2026

www.bidiksatunews com
15/juli/2026
SINTANG — Komitmen Kepolisian Resor (Polres) Sintang untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat terus diwujudkan melalui aksi nyata.

Kali ini, jajaran Polres Sintang melalui personel Bhabinkamtibmas melaksanakan kegiatan "Sambang Warga" dengan menyambangi langsung kediaman warga di Mekar Jaya RW 001, Kecamatan Sintang.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.

Dialog Hangat dan Penyerahan Sarana Kontak
Dalam kunjungan tersebut, petugas Bhabinkamtibmas tidak hanya sekadar berkunjung, namun juga berdialog santai mendengar langsung keluh kesah, aspirasi, serta masukan dari warga terkait situasi keamanan di lingkungan sekitar.

Sebagai bentuk kedekatan dan apresiasi atas kerja sama warga dalam menjaga lingkungan, personel Bhabinkamtibmas juga menyerahkan sarana kontak berupa jam dinding kepada perwakilan warga Mekar Jaya RW 001.

"Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan bahwa Polri selalu ada di tengah-tengah masyarakat. Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kendala di lingkungan warga, sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan yang sudah terjalin sangat baik selama ini, ujar salah satu personel Bhabinkamtibmas Polres Sintang.

Komitmen Bersama Menjaga Kamtibmas
Melalui kegiatan ini, diharapkan kerja sama antara kepolisian dan warga Mekar Jaya RW 001 semakin solid. Beberapa poin penting yang ditekankan dalam pertemuan tersebut antara lain.

Sinergitas Keamanan: Mengajak warga untuk aktif kembali dalam kegiatan pos ronda atau siskamling guna meminimalisir potensi gangguan keamanan.

Penyaringan Informasi, Mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoax) yang dapat memecah belah kerukunan antarwarga.

Komunikasi Cepat, Mengingatkan warga untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau Bhabinkamtibmas setempat jika menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan mereka.

Warga Mekar Jaya RW 001 menyambut baik dan mengapresiasi langkah aktif dari Polres Sintang ini.

Pertemuan yang diakhiri dengan jabat tangan erat dan senyum ramah ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara polisi dan masyarakat adalah kunci utama terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.


Penulis: Bambang

Galian C CV Jaya Rizky Diduga Gunakan BBM Bersubsidi,Tidak Sesuai Peruntukan, Tim Media Telusuri Asal Pasokan

Oleh On Juli 13, 2026

Sekadau, Kalimantan Barat | www.bidiksatunews.com,,

Aktivitas usaha pertambangan batu (Galian C) milik CV Jaya Rizky yang berlokasi di Jalan Kayu Lapis Km 13, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, menjadi sorotan. 

Berdasarkan hasil penelusuran awal tim media pada Senin, 13 Juli 2026, muncul dugaan bahwa operasional alat berat di lokasi tersebut menggunakan bahan bakar minyak (BBM) yang diduga tidak sesuai dengan peruntukannya.
Dugaan tersebut mendorong tim media melakukan investigasi di lapangan dengan menghimpun keterangan dari sejumlah warga di sekitar lokasi.

Salah seorang warga mengaku tidak pernah melihat mobil tangki BBM memasok bahan bakar ke lokasi tambang. 

Namun, ia mengaku pernah melihat kendaraan yang membawa drum atau tong berukuran besar berisi solar.
"Kalau mobil tangki saya tidak pernah lihat. Yang pernah saya lihat hanya mobil membawa tong besar berisi solar. Mungkin diturunkan di tempat lain," ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Tim media kemudian melanjutkan penelusuran ke wilayah Segori untuk mengonfirmasi informasi tersebut. 

Sejumlah warga di lokasi juga mengaku tidak pernah melihat adanya mobil tangki yang mengirimkan BBM langsung ke area tambang.

Hasil penelusuran sementara tersebut memunculkan pertanyaan mengenai asal-usul pasokan BBM yang digunakan dalam kegiatan operasional CV Jaya Rizky. 

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh bukti yang dapat memastikan siapa pemasok BBM tersebut maupun jenis BBM yang digunakan.

Karena itu, tim media masih terus melakukan investigasi dengan mengumpulkan data, dokumen, serta keterangan dari berbagai pihak yang berkompeten.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat melakukan penyelidikan secara profesional apabila ditemukan adanya indikasi pelanggaran terhadap ketentuan mengenai distribusi maupun penggunaan BBM.




Tim Investigasi Bidiksatunews.com

Pernyataan Resmi DPD ASWIN Kalimantan Barat, Tentang Dunia Pendidikan

Oleh On Juli 12, 2026

Pontianak,www.bidiksatunews.com - Ketua DPD Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Kalimantan Barat, Budi Gautama, menyatakan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB)/PPDB harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan serta mengedepankan asas keadilan, transparansi, akuntabilitas, objektivitas, dan kemanfaatan bagi masyarakat.

Menurutnya, setiap peraturan yang diterapkan pemerintah harus mampu memberikan dampak positif, mempermudah pelayanan publik, serta menjamin terpenuhinya hak masyarakat untuk memperoleh pendidikan tanpa menimbulkan kebingungan maupun ketidakpastian.

"DPD ASWIN Kalimantan Barat berpandangan bahwa setiap peraturan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Apabila dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala, keluhan, atau kebingungan di tengah masyarakat, maka hal tersebut patut menjadi bahan evaluasi agar tujuan pembentukan peraturan benar-benar tercapai," tegas Budi Gautama.

DPD ASWIN Kalimantan Barat mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Pendidikan untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB/PPDB, khususnya terkait mekanisme pendaftaran, sistem seleksi, sosialisasi, dan pelayanan informasi kepada masyarakat.

ASWIN juga mengharapkan agar hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penyempurnaan kebijakan sehingga pelaksanaan SPMB/PPDB pada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih mudah dipahami, transparan, berkeadilan, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh calon peserta didik, tanpa mengurangi prinsip-prinsip yang telah ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

Proyek PSU Perkim Kota Pontianak TA 2026 Disorot, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi Teknis; Dinas Perkim Turun Evaluasi Usai Temuan Media

Oleh On Juli 12, 2026

www.bidiksatunews.com,
Pontianak – Proyek Program Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pontianak Tahun Anggaran 2026 kembali menjadi sorotan publik. Hasil investigasi lapangan yang dilakukan awak media menemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian pada pekerjaan pembangunan saluran pembuangan pasang surut di Jalan Danau Sentarum, Gang Budi Mulia, Kecamatan Pontianak Kota.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pelaksanaan pekerjaan, khususnya pada pemasangan material sheet pile yang di beberapa titik tampak mengalami pemotongan, tidak terpasang rapat, terdapat celah antarmaterial, serta indikasi pemasangan yang dinilai kurang presisi. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap mutu dan ketahanan konstruksi apabila tidak segera dilakukan evaluasi teknis secara menyeluruh.
Berdasarkan hasil konfirmasi sebelumnya, pihak pelaksana menjelaskan bahwa pemotongan material dilakukan karena ditemukan hambatan berupa lapisan tanah keras atau struktur di bawah permukaan sehingga sheet pile tidak dapat dipancang hingga kedalaman yang direncanakan.

Namun demikian, penjelasan tersebut dinilai belum cukup untuk menghilangkan pertanyaan publik. Pasalnya, setiap perubahan metode pelaksanaan maupun penyesuaian terhadap spesifikasi teknis seharusnya didukung dengan kajian teknis, rekomendasi konsultan pengawas, serta persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sesuai ketentuan kontrak pekerjaan.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut merupakan Belanja Modal Saluran Pembuang Pasang Surut Jalan Danau Sentarum Gang Budi Mulia yang dikerjakan oleh CV. Tujuh Riam dengan nilai kontrak sebesar Rp198.150.000 dan masa pelaksanaan 60 hari kalender.
Menindaklanjuti konfirmasi dari media, Kepala Bidang terkait di Dinas Perkim Kota Pontianak, Dery, melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut belum berakhir dan pihaknya akan menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan pelaksana.

> "Baik, tahapan pekerjaan belum berakhir. Akan ada tim kami yang akan mengecek dan mengevaluasi pekerjaan pelaksana," tulis Dery dalam pesan yang diterima media.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah media menyampaikan hasil temuan di lapangan disertai dokumentasi foto yang menunjukkan beberapa bagian sheet pile yang diduga mengalami pemotongan serta pemasangan yang dinilai belum memenuhi kerapian konstruksi.

Media ASWIN Kalimantan Barat mengapresiasi respons cepat Dinas Perkim Kota Pontianak yang bersedia melakukan evaluasi lapangan. Namun demikian, proses pemeriksaan diharapkan dilakukan secara objektif, profesional, dan mengacu pada spesifikasi teknis, gambar kerja, dokumen kontrak, serta standar mutu konstruksi yang berlaku.

Apabila dari hasil evaluasi ditemukan adanya pekerjaan yang tidak memenuhi spesifikasi teknis maupun standar kualitas, maka pelaksana wajib melakukan perbaikan sebelum pekerjaan dinyatakan selesai dan dilakukan serah terima. Langkah tersebut penting untuk menjamin kualitas infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran negara agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Media ASWIN Kalimantan Barat akan terus mengawal perkembangan hasil evaluasi tersebut sebagai bentuk fungsi kontrol sosial serta pelaksanaan tugas jurnalistik sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, keberimbangan, serta membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Dinas Perkim Kota Pontianak, konsultan pengawas, maupun pihak pelaksana apabila terdapat penjelasan atau informasi tambahan terkait pekerjaan dimaksud.

Luar Biasa , Aksi Swadaya Warga Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Gotong Royong Bangun Pelebaran dan Perbaikan Jalan Rusak

Oleh On Juli 11, 2026

Sekadau-www.bidiksatunews.com-
Aksi swadaya dan semangat gotong Royong untuk membangun pelebaran dan perbaikan jalan kampung didusun Munguk 1 Desa Munguk  bisa terwujud karena semangat dan kekompakan warga setempat. Ruas jalan kampung Penyadap - kampung Butun merupakan akses vital dalam mendukung prasarana sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Semangat gotong royong warga  Rt 15 Dusun Mungguk 1 Desa Mungguk dalam mendukung perbaikan dan pelebaran jalan Kampung penyadap- kampung Butun, patut diapresiasi dan diacungi jempol.
Ketua Rt 15  Abdul Laher mengatakan, Selain dengan dukungan materiil dari para pengusaha yang beraktifitas sekitar, masyarakat juga  menyalurkan dukungan berupa tenaga melalui kegiatan gotong royong ini. 

"Jalan ini yang terletak di RT 15 RW 03, Meskipun dalam tampilan sudah sangat baik namun masih kurang lebar,makanya atas inisiatif bersama warga kita melaksakan cara swadaya untuk memperlebar dan tambal spot yang parah, "ujarnya Sabtu,11/7/2026.
Lebih lanjut ia berharap pemerintah Daerah dan anggota DPRD kabupaten Sekadau dapat memperhatikan jalan di Kampung penyadap -  Kampung Butun karna ruas jalan Kampung tersebut merupakan akses satu - satunya bagi warga yang keluar masuk dari arah pasar Sekadau dan sebaliknya.
Red.

Rayakan Hari Gawai Dayak Ke-13, Dusun Keranji Suguhkan Panggung Hiburan yang Meriah dan Lestarikan Tradisi Luhur.

Oleh On Juli 10, 2026

www bidiksatunews com 
11/juli/2026.
DUSUN KERANJI –desa rumbih kecamatan silat hilir kabupaten Kapuas hulu. Kemeriahan menyelimuti Dusun Keranji dalam rangka merayakan Selamat Hari Gawai Dayak ke-13.
 Mengangkat tema utama "Menyulap Tahun Merajut Suku Mengingat dan Melestarikan Kearifan, Moral dan Tradisi Leluhur", acara ini berhasil menyedot perhatian ratusan warga dari berbagai kalangan usia untuk berkumpul dan bersukacita bersama.

Puncak perayaan yang diselenggarakan pada malam hari ini menghadirkan panggung hiburan musik yang spektakuler. Didukung oleh New Kharisma Audio Sound System, suasana malam di Dusun Keranji terasa begitu hidup dengan dentuman musik yang enerjik dan tata lampu panggung berwarna-warni.

Bertabur Artis Lokal dan Antusiasme Massa
Warga tampak memenuhi area depan panggung utama, menciptakan lautan manusia yang ikut bernyanyi dan bergoyang bersama.

Beberapa penyanyi andalan tampak bergantian menghibur penonton dari atas panggung, di antaranya:
Diana: Membawa suasana panggung menjadi hangat dengan interaksinya bersama penonton.

Gaby: Penyanyi cilik berbakat yang ikut menyumbangkan suaranya dan mencuri perhatian.
Veny: Sukses mengajak seluruh penonton bergoyang bersama lewat alunan musik yang menghibur.

Kemeriahan semakin memuncak saat para pengisi acara mengajak penonton untuk bernyanyi bersama. Tidak sedikit warga yang mengabadikan momen keseruan ini menggunakan ponsel mereka, menciptakan atmosfer perayaan yang akrab sekaligus meriah.

Menjaga Warisan Leluhur di Era Modern
Melalui perayaan Hari Gawai ke-13 ini, masyarakat Dusun Keranji tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga membuktikan komitmen mereka dalam merawat adat istiadat.

Sebagaimana amanat yang tertulis pada tema acara, perayaan ini diharapkan mampu mempererat persatuan antarsuku sekaligus menjaga agar nilai kearifan lokal dan tradisi moral para leluhur Dayak tetap lestari dan tidak pudar oleh perkembangan zaman.


Acara yang dipandu oleh Master of Ceremony (MC) Mayang Kato ini berjalan dengan aman, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan hingga akhir acara.


Penulis:bambang

Polres Sekadau Cek Dugaan Aktivitas PETI di Aliran Sungai Sekadau, Lanting Jek Sudah Lama Tidak Beraktivitas

Oleh On Juli 08, 2026

www.bidiksatunews.com-
Sekadau, 8 Juli 2026
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sekadau melakukan pengecekan langsung terhadap dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang aliran Sungai Sekadau pada Rabu (8/7/2026).

Pengecekan dipimpin oleh Kanit Tipidter Satreskrim Polres Sekadau IPDA Rio Kalbarino bersama personel Satreskrim, serta turut disaksikan sejumlah awak media yang mengikuti kegiatan di lapangan.

Tim menggunakan speedboat menyusuri aliran Sungai Sekadau mulai dari kawasan penyeberangan Desa Tanjung hingga RT Kemawan, Dusun Pangkin, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir. 
Penyisiran dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi mengenai dugaan aktivitas PETI yang sempat beredar di masyarakat.

Berdasarkan hasil pengecekan, petugas tidak menemukan adanya aktivitas penambangan emas tanpa izin yang sedang berlangsung. 

Beberapa lanting dan mesin memang ditemukan berada di tepi sungai, namun seluruhnya dalam kondisi tidak beroperasi.
Di lapangan juga diketahui bahwa lanting milik Jek yang berada di lokasi tersebut sudah cukup lama tidak melakukan aktivitas penambangan. 

Saat pengecekan berlangsung tidak terlihat adanya pekerja maupun mesin yang beroperasi.

Kasat Reskrim Polres Sekadau IPTU Zainal Abidin, mewakili Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama, menyampaikan bahwa hasil penyisiran tidak menemukan adanya aktivitas PETI yang sedang beroperasi di sepanjang aliran Sungai Sekadau.

Meski demikian, Polres Sekadau menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan patroli secara berkala guna mencegah munculnya kembali aktivitas pertambangan emas tanpa izin yang berpotensi merusak lingkungan serta mencemari aliran Sungai Sekadau.

Polres Sekadau juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan aktivitas PETI agar dapat segera dilakukan pengecekan dan penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.-(Redaksi Bidiksatunews)

Kemeriahan Malam Puncak Gawai Dayak ke-IV Lubuk Resam 2026: Tradisi Bertemu Hiburan Modern!.

Oleh On Juli 06, 2026

www.bidiksatunews com
LUBUK RESAM –desa Nanga nuar kecamatan silat hilir kabupaten Kapuas hulu.
Kemeriahan begitu terasa dalam perayaan Selamat Gawai Dayak ke-IV Lubuk Resam tahun 2026. Acara tahunan yang menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen dan kelestarian adat budaya Dayak ini sukses menyedot perhatian warga setempat hingga wisatawan dari luar daerah.
Selain kental dengan ritual adat dan pelestarian tradisi, malam puncak perayaan kali ini menghadirkan suasana yang berbeda dan penuh energi melalui panggung hiburan musik modern.
Panggung Hiburan yang Mengguncang Suasana
Seperti yang terlihat pada dokumentasi gambar suasana panggung malam itu tampak begitu semarak dengan sorotan lampu lighting warna-warni.
Penampilan Memukau: Seorang penyanyi wanita tampil energik di atas panggung dengan gaya modis mengenakan boots putih tinggi, membawakan lagu-lagu hits yang berhasil mengajak para penonton bergoyang bersama.
Iringan Musik Live: Penampilan tersebut didukung penuh oleh iringan musik live dari pemain kibor (keyboardist) dan musisi lokal yang menjaga tempo malam tetap membara.

Harmoni Tradisi dan Modernitas
Ketua panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kehadiran panggung hiburan modern ini sengaja dirancang untuk menarik minat generasi muda agar tetap bangga dan terlibat dalam perayaan adat.

"Gawai Dayak adalah warisan leluhur yang harus terus kita jaga. Namun, mengemas malam penutupan dengan hiburan yang segar dan modern adalah cara kami merangkul anak-anak muda agar mereka merasa memiliki acara ini," ujarnya di sela-sela acara.


Hadir juga personil dari anggota Polsek silat Hilir untuk melakukan pengaman di acara tersebut.

Hingga tengah malam, antusiasme warga tidak surut. Perayaan Gawai Dayak ke-IV di Lubuk Resam tahun 2026 ini tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya, tetapi juga menjadi hiburan rakyat yang mempererat tali silaturahmi antarwarga. Sampai jumpa di Gawai Dayak ke-V tahun depan!

Penulis: Bambang

Kodam XII/Tanjungpura Bangun Jembatan Aramco Non Bencal di Sungai Belimbing.

Oleh On Juli 06, 2026

www.bidiksatunews.com.
Sanggau – Kodim 1204/Sanggau melaksanakan pembangunan Jembatan Aramco Non Bencal di Sungai Belimbing, Desa Berakak, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau. Pembangunan ini merupakan wujud dukungan TNI Angkatan Darat terhadap program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan konektivitas wilayah, dan mendorong pemerataan pembangunan hingga ke daerah pedalaman.Senin (05/07/2026)
Jembatan tersebut diharapkan menjadi akses vital bagi masyarakat dalam memperlancar mobilitas orang dan barang, mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan akses menuju layanan pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.
Melalui pembangunan ini, Kodam XII/Tanjungpura melalui Kodim 1204/Sanggau menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pembangunan nasional sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui penyediaan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

(Pendim 1204/Sanggau)

Puluhan Tahun Menanti Jalan Layak, Warga Desa Nyawa hingga Randau Rantau Hidup dalam Keterisolasian

Oleh On Juni 28, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Kapuas Hulu, 28 Juni 2026 – Harapan masyarakat di wilayah Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, untuk menikmati jalan yang layak hingga kini masih menjadi impian. 

Warga yang bermukim di sepanjang jalur menuju Desa Nyawa sampai Desa Randau Rantau mengaku hampir seumur hidup belum pernah merasakan akses jalan yang benar-benar baik.

Kondisi jalan yang rusak berat telah berlangsung selama bertahun-tahun. 
Saat musim kemarau, jalan dipenuhi debu dan lubang yang membahayakan pengguna. 

Namun ketika musim hujan tiba, jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Warga menyebutkan, apabila tidak ada perusahaan yang membuka akses jalan untuk kepentingan operasional mereka, masyarakat di sejumlah desa tersebut akan semakin terisolasi. 
Jalan yang dibangun perusahaan selama ini menjadi satu-satunya jalur yang masih bisa dimanfaatkan, meski kondisinya juga jauh dari kata layak.

Ironisnya, buruknya infrastruktur jalan tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga berdampak pada pelayanan kesehatan dan keselamatan warga. 

Dalam situasi darurat, seperti ketika ada warga yang sakit keras atau meninggal dunia, masyarakat terpaksa bergotong royong memikul menggunakan tandu karena kendaraan tidak dapat melintas.
"Kami sudah puluhan tahun hidup dengan kondisi seperti ini. Kalau hujan turun, jalan berubah menjadi lautan lumpur. 

Untuk mengantar orang sakit saja sangat sulit, apalagi kalau ada yang meninggal dunia harus dipanggul beramai-ramai," ungkap salah seorang warga.

Selain menghambat pelayanan kesehatan, kondisi jalan juga mengganggu dunia pendidikan. 

Anak-anak sekolah harus berjibaku dengan lumpur setiap hari. 

Tidak sedikit kendaraan yang terperosok atau tergelincir akibat jalan yang rusak parah.

Akses transportasi yang buruk juga membuat biaya angkut hasil pertanian dan perkebunan menjadi jauh lebih mahal. 
Padahal sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari sektor pertanian, perkebunan, dan hasil hutan. Akibat tingginya biaya transportasi, pendapatan petani ikut tergerus.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat segera turun tangan melakukan pembangunan jalan secara permanen. 

Mereka menilai pembangunan infrastruktur merupakan kebutuhan mendasar yang sudah terlalu lama dinantikan.

Perbaikan jalan dinilai bukan hanya soal memperlancar transportasi, tetapi juga menyangkut pemerataan pembangunan, peningkatan ekonomi, kemudahan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga kesejahteraan masyarakat di wilayah pedalaman.
Kabupaten Kapuas Hulu sendiri memiliki wilayah yang luas dengan sejumlah daerah yang masih menghadapi tantangan konektivitas. 

Pemerintah juga terus mendorong peningkatan pembangunan infrastruktur jalan daerah sebagai bagian dari upaya membuka keterisolasian wilayah.

Kini masyarakat Desa Nyawa hingga Desa Randau Rantau hanya berharap keluhan mereka tidak lagi sebatas menjadi cerita yang berulang setiap tahun. 

Mereka menginginkan tindakan nyata agar jalan yang selama puluhan tahun rusak berat dapat segera diperbaiki sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal dan kehidupan ekonomi semakin berkembang.

"Warga tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya ingin memiliki jalan yang layak seperti daerah lain. 

Jalan yang bisa dilalui ambulans, kendaraan pengangkut hasil kebun, anak-anak sekolah, dan masyarakat tanpa harus mempertaruhkan keselamatan," harap warga.

Masyarakat berharap pemerintah segera menjadikan pembangunan ruas jalan di Kecamatan Silat Hulu sebagai prioritas sehingga penderitaan warga akibat buruknya akses transportasi tidak terus berlanjut dari generasi ke generasi. Penulis  Bambang. H

Dukung Ketahanan Pangan, Kapolsek Silat Hilir Amarullah Abidin Pimpin Langsung Penanaman Jagung di Dusun Keluarga.

Oleh On Juni 26, 2026

www bidiksatunews com 
26/Juni/2026
KAPUAS HULU, KALBAR – Dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan nasional, Polsek Silat Hilir mengambil langkah nyata dengan turun langsung ke lahan pertanian.
Kapolsek Silat Hilir, Ipda Amarullah Abidin, S.Tr.K., memimpin langsung kegiatan penanaman benih jagung yang bertempat di Dusun Keluarga, Desa Pengeran, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran personel Polsek Silat Hilir yang bahu-membahu mengolah lahan sebelum melakukan penanaman.
Sebagaimana terlihat dalam dokumentasi.  
"'Ipda Amarullah Abidin bersama para personel kepolisian tampak memantau dan turun langsung ke area perladangan yang berdampingan dengan kawasan perkebunan warga.

Kapolsek Silat Hilir, Ipda Amarullah Abidin, S.Tr.K., menyampaikan bahwa aksi penanaman jagung ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendampingi masyarakat serta memanfaatkan lahan agar menjadi lebih produktif.

"Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi warga sekitar, khususnya di Desa Pengeran, untuk terus mengoptimalkan potensi sektor pertanian guna memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa maupun daerah," ujar Ipda Amarullah Abidin.

Kehadiran aktif pihak kepolisian di bawah pimpinan Ipda Amarullah Abidin ini mendapat respons positif dari warga Dusun Keluarga.

Selain mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat, program pemanfaatan lahan ini diharapkan mampu membawa dampak ekonomi yang baik bagi warga sekitar saat masa panen tiba.


Penulis: bamabang

Sambut Hari Bayangkara Ke-80, Polsek Silat Hilir dan Bhayangkari Sentuh Hati Warga Miau Merah Lewat Aksi Bagi Sembako.

Oleh On Juni 26, 2026

www bidiksatunews com 
26/Juni/2026
KAPUAS HULU, KALBAR – Menyambut momentum Hari Bayangkara ke-80, Polsek Silat Hilir bersama Pengurus Ranting Bhayangkari menggelar aksi sosial yang menyejukkan hati.

Mengusung semangat pelayanan dan kedekatan dengan masyarakat, mereka turun langsung membagikan paket sembako kepada warga yang membutuhkan di Desa Miau Merah, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Seperti yang terlihat pada dokumen foto  paket-paket bantuan tersebut dikemas rapi dengan logo resmi bertuliskan "80 Tahun Mengabdi, POLRI Untuk Masyarakat". Logo tersebut menjadi simbol nyata dari dedikasi tiada henti korps kepolisian dalam mengayomi warga hingga ke pelosok daerah.

Wujud Nyata Kepedulian di Garis Depan
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Silat Hilir bersama Ketua Bhayangkari Ranting Silat Hilir. Kehadiran personil Polri dan Ibu-ibu Bhayangkari di tengah-tengah pemukiman warga Desa Miau Merah disambut dengan senyum hangat dan antusiasme tinggi.

"Aksi sosial ini bukan sekadar formalitas perayaan hari jadi, melainkan bentuk rasa syukur dan komitmen kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam menjaga keamanan maupun meringankan beban ekonomi warga," ujar Kapolsek Silat Hilir dalam kesempatannya.

Apresiasi dari Masyarakat Miau Merah
Bantuan sembako yang berisikan bahan-bahan pokok ini dirasakan sangat membantu, khususnya bagi keluarga kurang mampu dan lansia di wilayah tersebut. Salah seorang warga penerima manfaat menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam atas perhatian yang diberikan oleh Polsek Silat Hilir dan Bhayangkari.

Melalui momentum Hari Bayangkara ke-80 ini, Polsek Silat Hilir berharap hubungan silaturahmi dan sinergitas antara kepolisian dan masyarakat Kapuas Hulu, khususnya di Kecamatan Silat Hilir, dapat terjalin semakin kuat demi terciptanya kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif.


Penulis: Bambang