Vokal Demi Kemajuan: Andre 'Borneo', Sosok Pemuda yang Tak Gentar Kritisi Pembangunan di Silat Hulu.
On Mei 09, 2026
10/mei/2026
SILAT HULU –kabupaten Kapuas hulu Kalbar. Pembangunan daerah seringkali berjalan sunyi tanpa pengawasan, namun tidak bagi masyarakat Kecamatan Silat Hulu.
Belakangan ini, nama Andre, atau yang lebih akrab disapa Andre Borneo, menjadi perbincangan hangat berkat keberaniannya bersuara lantang mengawal roda pembangunan di tingkat desa.
Sebagai tokoh muda sekaligus figur masyarakat yang disegani, Andre dikenal memiliki insting kritis terhadap setiap proyek fisik maupun kebijakan yang digulirkan di desa-desa wilayah Silat Hulu. Baginya, pembangunan bukan sekadar menghabiskan anggaran, melainkan tentang kualitas dan azas manfaat bagi warga.
Bukan Sekadar Kritik, Tapi Solusi
Dalam sebuah kesempatan saat ditemui di sela-sela aktivitasnya, Andre tampak tenang namun tegas.
Dengan gawai di tangan yang selalu siap memantau perkembangan informasi, ia menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan bukanlah bentuk kebencian kepada aparat desa.
"Kita ingin Silat Hulu maju. Kalau ada pembangunan yang asal-asalan atau tidak transparan, yang rugi adalah masyarakat kita sendiri.
Saya hanya menjalankan fungsi kontrol agar anggaran negara benar-benar sampai ke rakyat dalam bentuk kualitas yang terbaik," ujar Andre dengan sorot mata tajam.
Mata dan Telinga Masyarakat
Ketajaman Andre dalam menganalisis masalah di lapangan menjadikannya tempat mengadu bagi warga yang merasa aspirasinya tersumbat. Dari masalah akses jalan hingga tata kelola dana desa, Andre kerap menjadi jembatan komunikasi yang cukup diperhitungkan.
Beberapa poin utama yang sering menjadi sorotan Andre meliputi:
Transparansi Anggaran: Memastikan papan informasi proyek terpasang dan jelas.
Kualitas Material:
Mengawasi agar spesifikasi bangunan sesuai dengan standar yang dijanjikan.
Ketepatan Sasaran: Memastikan pembangunan didasarkan pada kebutuhan mendesak warga, bukan kepentingan segelintir pihak.
Inspirasi Bagi Generasi Muda
Aksi Andre Borneo ini menjadi oase di tengah sikap apatis sebagian pemuda terhadap politik lokal. Ia membuktikan bahwa pemuda memiliki peran vital sebagai "Social Control" (kontrol sosial) demi terciptanya pemerintahan desa yang bersih dan berwibawa.
Kini, sosoknya menjadi simbol harapan baru di Silat Hulu. Di bawah pengawasannya yang ketat, masyarakat berharap pembangunan di setiap desa ke depannya tidak lagi sekadar formalitas, melainkan sebuah perubahan nyata yang bisa dirasakan hingga ke anak cucu.
Penulis: Bambang