Jembatan Ambruk Akibat Truk Tangki, Warga Desa Nanga Payang Kompak Gotong Royong Perbaiki Akses.
On April 25, 2026
KAPUAS HULU –26/April/2026 '" Semangat kebersamaan ditunjukkan oleh warga Desa Nanga Payang, Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu. Puluhan warga turun ke lapangan melakukan gotong royong memperbaiki jembatan yang ambruk akibat dilintasi truk tangki minyak yang hendak menuju Desa Nanga Dua baru-baru ini.
Dampak Kerusakan Jembatan
Ambruknya jembatan tersebut sempat melumpuhkan akses transportasi darat yang menghubungkan antar desa di wilayah tersebut. Karena jembatan ini merupakan urat nadi perekonomian dan akses utama bagi anak sekolah serta aktivitas warga sehari-hari, masyarakat memutuskan untuk tidak menunggu lama dan segera mengambil tindakan swadaya.
Penyebab: Jembatan tidak mampu menahan beban berat truk tangki minyak yang melintas.
Kondisi Akses: Sebelum diperbaiki, kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa melintas, sementara kendaraan roda dua harus ekstra hati-hati.
Aksi Swadaya Masyarakat
Dengan peralatan seadanya dan material kayu lokal, warga bahu-membahu memperbaiki struktur jembatan agar bisa segera dilalui kembali.
Mobilisasi Warga: Pria dewasa fokus pada perbaikan konstruksi, sementara warga lainnya membantu menyiapkan material.
Material: Menggunakan kayu log dan papan untuk menambal bagian yang patah dan ambruk.
Tujuan: Memulihkan konektivitas menuju Desa Nanga Dua dan sekitarnya agar pasokan kebutuhan pokok tidak terhambat.
Harapan Warga kepada Pemerintah
Meski perbaikan dilakukan secara gotong royong, warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pihak perusahaan pemilik armada tangki tersebut.
"Gotong royong ini kami lakukan agar aktivitas warga tidak mati total. Namun, kami sangat berharap ada pembangunan jembatan permanen yang lebih kokoh, mengingat jalur ini sering dilalui kendaraan bermuatan berat," ujar salah satu warga di lokasi.
Aksi ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak sebagai bukti bahwa nilai-nilai gotong royong masih sangat kental di tengah masyarakat Kapuas Hulu, khususnya di Desa Nanga Payang. Hingga berita ini diturunkan, jembatan sudah mulai bisa dilalui oleh kendaraan roda dua secara terbatas.
Penulis.bambang