Pengawas SPBU Kembayan Klarifikasi Adu Mulut Antar-Pengantri, Tegaskan Pelayanan Harus Sesuai SOP dan Tidak Ada Monopoli BBM
On Agustus 21, 2026
KEMBAYAN, 21 AGUSTUS 2026 — Pengawas SPBU Kembayan memberikan klarifikasi terkait adanya kejadian adu mulut antara sesama pengantri kendaraan saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Pihak SPBU menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan merupakan bentuk pertengkaran yang melibatkan pihak SPBU, melainkan cekcok antarpengantri yang terjadi akibat situasi antrean dan keterbatasan pasokan BBM di tengah kondisi musim kemarau panjang.
Pengawas SPBU Kembayan menjelaskan bahwa pihaknya berupaya menjalankan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Setiap konsumen yang datang untuk mendapatkan BBM diupayakan memperoleh pelayanan secara adil, tertib dan tidak dibenarkan adanya pihak tertentu yang memonopoli pengisian.
“Saya mau sistemnya sesuai dengan SOP dan harus sama-sama dapat. Kita pun semua tahu sekarang sedang musim kemarau panjang.
Semua harus dapat dan tidak ada yang memonopoli,” ujar Pengawas SPBU Kembayan saat memberikan klarifikasi.
Menurutnya, kondisi saat ini memang membutuhkan kesabaran dan pengertian dari seluruh masyarakat.
Musim kemarau panjang dapat memengaruhi berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kebutuhan terhadap BBM.
Karena itu, antrean di SPBU perlu dikelola dengan tertib agar seluruh konsumen mendapatkan kesempatan yang sama.
Pihak SPBU juga menegaskan bahwa pelayanan tidak boleh mengutamakan seseorang secara berlebihan sementara konsumen lainnya tidak mendapatkan kesempatan.
Prinsip yang diutamakan adalah keadilan, ketertiban dan pemerataan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Terkait adanya adu mulut antara sesama pengantri, pihak SPBU menyayangkan kejadian tersebut.
Namun, masyarakat juga diharapkan tidak mudah terpancing emosi ketika menghadapi antrean panjang maupun keterbatasan BBM.
Antrean panjang pada dasarnya merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kesadaran seluruh pihak.
Konsumen diminta menghormati urutan antrean dan tidak menyerobot antrean, sementara pihak SPBU berkewajiban memberikan pelayanan sesuai prosedur.
Pengawas SPBU Kembayan kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak menginginkan adanya monopoli dalam pelayanan BBM.
Setiap masyarakat yang telah mengikuti ketentuan dan berada dalam antrean diharapkan memperoleh hak pelayanan secara proporsional.
“Intinya semua harus sama-sama dapat.
Jangan sampai ada yang mengambil lebih dahulu atau memonopoli sehingga masyarakat lainnya tidak mendapatkan bagian. Kita akan tetap berusaha memberikan pelayanan sesuai SOP,” tegasnya.
Pihak SPBU juga mengimbau kepada masyarakat agar menjaga suasana tetap kondusif.
Perbedaan pendapat maupun persoalan dalam antrean sebaiknya diselesaikan dengan komunikasi yang baik dan tidak berkembang menjadi pertengkaran.
Di sisi lain,
masyarakat sebagai konsumen juga diharapkan memahami bahwa pihak SPBU tidak dapat mengabaikan aturan dalam melakukan pelayanan. Setiap proses pengisian harus mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, pihak SPBU Kembayan berharap tidak terjadi lagi kesalahpahaman di antara masyarakat maupun pengantri.
Seluruh pihak diharapkan dapat bekerja sama menjaga ketertiban, terutama selama kondisi musim kemarau panjang yang menyebabkan kebutuhan masyarakat terhadap BBM semakin tinggi.