Jalan Desa Miau Merah Kerap Banjir Saat Hujan, Warga Silat Hilir Minta Solusi dari
On Juni 07, 2026
Pemerintah
Kapuas Hulu, 8 Juni 2026 – Warga Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, mengeluhkan kondisi Jalan Desa Miau Merah yang kerap terendam banjir setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Kondisi ini dinilai sangat meresahkan masyarakat karena menghambat aktivitas sehari-hari dan mengganggu akses transportasi antar desa.
Menurut keterangan warga, genangan air yang menutupi badan jalan sering terjadi saat intensitas hujan tinggi.
Akibatnya, jalan menjadi sulit dilalui baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Bahkan dalam beberapa kondisi, pengguna jalan terpaksa memperlambat perjalanan atau mencari jalur alternatif demi menghindari risiko kecelakaan.
Jalan Desa Miau Merah merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Silat Hilir.
Jalan tersebut banyak digunakan oleh masyarakat dari Desa Perigi, Desa Baru, Desa Penai, dan Desa Pangeran untuk berbagai keperluan, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga urusan pemerintahan.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa persoalan banjir di ruas jalan tersebut sudah cukup lama terjadi dan hingga kini belum ada penanganan yang dianggap mampu mengatasi masalah secara permanen.
"Kalau hujan deras, jalan ini hampir selalu tergenang air.
Kami kesulitan melintas, apalagi masyarakat yang harus bekerja, mengantar anak sekolah, atau membawa hasil kebun. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah," ujarnya.
Masyarakat menilai genangan yang terjadi diduga disebabkan oleh sistem drainase yang kurang memadai serta kondisi kontur jalan yang berada pada titik rendah sehingga mudah terendam ketika curah hujan meningkat.
Selain mengganggu mobilitas warga, banjir yang berulang juga dikhawatirkan mempercepat kerusakan badan jalan.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui instansi terkait dapat segera melakukan survei lapangan untuk mengidentifikasi penyebab utama banjir dan merumuskan langkah penanganan yang tepat.
Beberapa solusi yang diharapkan masyarakat antara lain peningkatan elevasi badan jalan, pembangunan atau normalisasi drainase, serta perbaikan infrastruktur pendukung lainnya.
Tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa akses jalan yang baik merupakan kebutuhan mendasar bagi warga karena menjadi urat nadi penghubung beberapa desa di wilayah Silat Hilir.
"Jalan ini sangat vital bagi masyarakat.
Ketika banjir terjadi, aktivitas warga terganggu dan roda perekonomian ikut terdampak. Kami berharap pemerintah dapat memberikan solusi nyata demi kepentingan masyarakat banyak," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di Jalan Desa Miau Merah.
Warga berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian sehingga akses transportasi bagi masyarakat di Desa Perigi, Desa Baru, Desa Penai, Desa Pangeran, dan desa-desa sekitar dapat kembali berjalan lancar, aman, dan nyaman sepanjang tahun.-Sl Juli
Editor- Mr.Eddy