Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Pengawas SPBU Jalan Kelam Sintang Tegaskan Penyaluran BBM Sesuai SOP dan Rekomendasi Desa

Oleh On Mei 18, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Sintang, Kalimantan Barat – 19 Mei 2026.
Ketika sejumlah tim media lokal dan nasional melakukan konfirmasi terkait aktivitas pengantrian serta pengangkutan BBM di SPBU Jalan Kelam, Kabupaten Sintang, salah seorang yang dipercaya sebagai pengawas di SPBU tersebut memberikan penegasan terkait mekanisme pelayanan BBM kepada masyarakat.

Dalam keterangannya, pihak pengawas menyampaikan bahwa penyaluran BBM dilakukan sesuai aturan dan prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku. 

Ia menegaskan bahwa pihak SPBU tidak melayani secara sembarangan, melainkan tetap memperhatikan ketentuan administrasi serta rekomendasi yang dibawa masyarakat.

“Kami hanya memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memiliki rekomendasi dari desa. Semua pelayanan dilakukan sesuai SOP yang telah ditetapkan,” tegasnya saat dikonfirmasi awak media di lokasi.

Penjelasan tersebut disampaikan untuk menjawab berbagai pertanyaan masyarakat terkait adanya antrean kendaraan pengangkut BBM yang kerap terlihat di area SPBU Jalan Kelam. 

Menurut pihak pengawas, rekomendasi desa menjadi salah satu syarat penting bagi masyarakat tertentu, khususnya yang membutuhkan BBM untuk keperluan usaha kecil, pertanian, maupun aktivitas di daerah pedalaman.

Ia juga mengatakan bahwa pihak SPBU terus berupaya menjaga ketertiban antrean agar tidak menimbulkan keributan maupun dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi. 

Petugas di lapangan disebut rutin melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang melakukan pengisian.

Selain itu, pihak SPBU mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi aturan yang berlaku dan tidak melakukan pengisian berulang menggunakan kendaraan ataupun jerigen tanpa dokumen pendukung resmi. 

Menurutnya, pengawasan dilakukan demi menjaga pemerataan distribusi BBM agar tepat sasaran.

Situasi di SPBU Jalan Kelam Sintang pada saat pemantauan media terlihat cukup ramai oleh kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan pengangkut yang mengantre untuk mendapatkan BBM. 

Meski demikian, aktivitas pelayanan masih berjalan normal dengan pengawasan petugas di lapangan.

Masyarakat berharap penyaluran BBM subsidi dapat terus dilakukan secara transparan dan adil sehingga kebutuhan warga, khususnya di wilayah pedalaman Kabupaten Sintang, tetap terpenuhi tanpa menimbulkan polemik di tengah masyarakat.-(Tim Red)

28 Tahun Mengabdi di PT Alam Khatulistiwa Pump Pontianak, Ahli Waris Diduga Hanya Terima Rp10 Juta — DPD ASWIN Kalbar Desak Penegakan UU Cipta Kerja

Oleh On Mei 18, 2026

Www.bidiksatunews.com – Dugaan pengabaian hak ketenagakerjaan kembali mencuat di Kota Pontianak. Kali ini sorotan tertuju pada PT Alam Khatulistiwa Pump Pontianak setelah ahli waris pekerja mengaku hanya menerima sekitar Rp10 juta pasca meninggalnya pekerja yang telah mengabdi kurang lebih selama 28 tahun di perusahaan tersebut.

Persoalan ini memantik kemarahan dan keprihatinan keluarga almarhum Sujud Ardinata. Pasalnya, nilai yang diterima dinilai sangat tidak manusiawi dan jauh dari rasa keadilan apabila dibandingkan dengan masa pengabdian almarhum yang bekerja sejak tahun 1998 hingga 2025.
Merasa hak-haknya diabaikan, Heri Firmansah selaku anak sekaligus ahli waris almarhum akhirnya meminta pendampingan kepada DPD Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Kalimantan Barat.

Didampingi Nardi M selaku Ketua Tim Kabid Investigasi DPD ASWIN Kalbar, pihak keluarga mendatangi Kantor Wali Kota Pontianak serta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pontianak pada Senin (18/5/2026) guna menyerahkan laporan resmi dan meminta pemerintah segera turun tangan.
Kedatangan mereka sekaligus mempertanyakan keseriusan pengawasan ketenagakerjaan di Kota Pontianak apabila benar pekerja yang telah mengabdi hampir tiga dekade diduga hanya menerima hak sekitar Rp10 juta setelah meninggal dunia.

“Ini bukan pekerja baru satu atau dua tahun. Almarhum bekerja kurang lebih 28 tahun. Tapi hak yang diterima ahli waris hanya sekitar Rp10 juta. Ini sangat melukai rasa keadilan keluarga,” ujar Heri Firmansah dengan nada kecewa.
Menurut pihak keluarga, upaya penyelesaian secara kekeluargaan sebenarnya telah ditempuh. Bahkan surat permohonan penyelesaian disebut sudah dua kali dilayangkan kepada pihak PT Alam Khatulistiwa Pump Pontianak. Namun hingga kini belum ada penyelesaian yang dianggap memberikan kepastian hukum maupun rasa keadilan bagi ahli waris.

Situasi tersebut kemudian mendorong keluarga meminta pendampingan kepada DPD ASWIN Kalbar agar persoalan ini tidak berhenti tanpa kejelasan.

Nardi M menegaskan bahwa persoalan hak pekerja tidak boleh dianggap sepele, apalagi menyangkut pekerja yang telah mengabdikan hidupnya selama puluhan tahun kepada perusahaan.

“Kalau benar hanya sekitar Rp10 juta yang diberikan kepada ahli waris pekerja dengan masa kerja hampir 28 tahun, maka ini patut menjadi perhatian serius pemerintah dan pengawas ketenagakerjaan. Jangan sampai hak pekerja terkesan dipermainkan. Negara harus hadir melindungi hak rakyat kecil,” tegas Nardi.

DPD ASWIN Kalbar juga mendesak Disnaker Kota Pontianak segera melakukan mediasi, pemeriksaan, dan pengawasan terhadap PT Alam Khatulistiwa Pump Pontianak guna memastikan seluruh hak normatif pekerja dipenuhi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam laporannya, DPD ASWIN Kalbar mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang atau yang dikenal sebagai UU Cipta Kerja.

Selain itu, ketentuan mengenai hak pekerja yang meninggal dunia juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021, khususnya Pasal 57 yang menegaskan bahwa pengusaha wajib memberikan hak-hak pekerja kepada ahli waris sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Regulasi tersebut mencakup kewajiban pembayaran uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, serta hak-hak lainnya berdasarkan masa kerja pekerja.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan memunculkan pertanyaan besar terkait komitmen perlindungan tenaga kerja di Kota Pontianak. DPD ASWIN Kalbar meminta Pemerintah Kota Pontianak dan Disnaker tidak hanya menerima laporan, tetapi benar-benar bertindak tegas demi memastikan hak pekerja dan ahli waris tidak diduga terabaikan oleh perusahaan.(Bsg-Tim)

Sikapi Genangan Air, Kapolsek Silat Hilir Amarullah abidin, STr,K,Turun Langsung Pantau Lalu Lintas di Desa Nanga Nuar.

Oleh On Mei 17, 2026


www.bidiksatunews com
KAPUAS HULU – Menanggapi situasi debit air yang menggenangi sejumlah kawasan, Kapolsek Silat Hilir beserta jajaran anggota personelnya turun langsung ke lapangan guna memantau aktivitas lalu lintas dan kondisi warga yang terdampak banjir di Desa Nanga Nuar, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, pada Senin (18/05/2026).



Langkah sigap ini diambil sebagai bentuk pelayanan prima Kepolisian dalam memastikan keselamatan pengguna jalan serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) akibat luapan air yang mulai merendam beberapa titik akses jalan desa.

Di lokasi kegiatan, Kapolsek Amarullah abidin  STr, K, Silat Hilir bersama anggota Kepolisian dan  tampak bersinergi memberikan imbauan secara langsung kepada warga serta para pengendara roda dua maupun roda empat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur yang tergenang air.



"Kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan bahwa aktivitas lalu lintas di kawasan terdampak banjir di Desa Nanga Nuar ini tetap berjalan aman. Kami juga mengingatkan warga, terutama yang membawa kendaraan, untuk berhati-hati terhadap kedalaman air dan arus tersembunyi," ujar Kapolsek.



Selain melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurai potensi kemacetan dan mogok kendaraan, kehadiran personel Polsek Silat Hilir ini juga bertujuan untuk memetakan jalur alternatif dan mendata titik-titik rawan banjir yang memerlukan penanganan lebih lanjut.



Hingga berita ini diturunkan, situasi arus lalu lintas di lokasi terpantau masih dalam kondisi terkendali dan kondusif.



 Polsek Silat Hilir mengimbau warga untuk segera melaporkan jika membutuhkan bantuan evakuasi atau terjadi kedaruratan terkait peningkatan debit air di lingkungan sekitar.


Penulis: Bambang

Debit Air di Dusun Keduai Meningkat, Polsek Silat Hilir Imbau Warga Tetap Waspada

Oleh On Mei 17, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Kapuas Hulu, Kalimantan Barat – 18 Mei 2026.
Anggota Polsek Silat Hilir melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi debit air di wilayah Dusun Keduai, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu.

Dari hasil pemantauan di lapangan, diketahui bahwa paras air mengalami peningkatan cukup signifikan akibat curah hujan yang terus mengguyur beberapa wilayah dalam beberapa hari terakhir.
Petugas kepolisian yang turun langsung ke lokasi terus memantau perkembangan situasi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun akses transportasi warga setempat.

Kapolsek Silat Hilir melalui anggota di lapangan menyampaikan bahwa kondisi air saat ini terus mengalami kenaikan secara bertahap.
Oleh sebab itu masyarakat yang tinggal di daerah rendah, bantaran sungai, maupun wilayah yang rawan terdampak banjir diminta untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

Selain melakukan pengecekan debit air, anggota Polsek Silat Hilir juga memberikan himbauan secara langsung kepada masyarakat agar selalu memperhatikan keselamatan keluarga, terutama anak-anak, serta menjaga barang-barang berharga dan dokumen penting di tempat yang aman apabila sewaktu-waktu air terus naik.
Petugas juga mengingatkan warga untuk segera melaporkan kepada aparat desa maupun pihak kepolisian apabila terjadi kondisi darurat atau terdapat titik-titik yang mulai terdampak genangan air.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Kecamatan Silat Hilir khususnya Dusun Keduai agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir. 

Mengingat cuaca akhir-akhir ini masih sering turun hujan dengan intensitas cukup tinggi,” ujar salah satu anggota Polsek Silat Hilir saat melakukan pemantauan di lapangan.

Masyarakat diharapkan tidak panik namun tetap siaga terhadap perkembangan situasi cuaca dan kondisi sungai. 

Hingga saat ini pihak kepolisian bersama aparat terkait masih terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap debit air di wilayah Kecamatan Silat Hilir.

Situasi terkini di Dusun Keduai masih dalam keadaan aman dan terkendali, namun warga diminta untuk terus berhati-hati serta mengutamakan keselamatan apabila kondisi air kembali meningkat.- Mr.Eddy 

Akses Jalan Lintas Selatan Lumpuh Total Akibat Luapan Air di desa Nanga Nuar, Warga Desak Perhatian Pemerintah

Oleh On Mei 17, 2026

www.bidiksatunews com.
Kecamatan silat hilir.kabupaten, 
KAPUAS HULU — Curah hujan yang tinggi mengakibatkan luapan air cukup parah di ruas Jalan Lintas Selatan, tepatnya di Desa Nanga Nuar, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Minggu (17/5/2026) pagi sekitar pukul 10.37 WIB, kondisi jalan yang menghubungkan arah Simpang Silat menuju Putusibau kini lumpuh total dan sulit diakses oleh kendaraan.
Genangan air yang cukup tinggi dan berarus deras menutup badan jalan utama. Hal ini memaksa para pengguna jalan, terutama pengendara roda dua dan roda empat, untuk ekstra waspada atau bahkan menghentikan perjalanannya karena risiko mogok dan terseret arus yang cukup besar.

Beberapa pengendara motor nekat menerobos banjir hingga menciptakan cipratan ombak besar, sementara warga sekitar tampak bersiaga di pinggir jalan yang terendam.

Dampak di Lapangan: Akses transportasi darat dari dan menuju Putusibau via Simpang Silat mengalami hambatan berat. Aktivitas mobilitas warga dan distribusi logistik dipastikan terganggu akibat titik luapan air ini.

Harapan Warga Terdampak
Kondisi banjir yang berulang di jalur vital ini memicu keluhan dari masyarakat setempat maupun para pengguna jalan yang melintas. Mewakili warga yang terdampak, mereka sangat mengharapkan adanya langkah konkret dari pihak terkait.

Penanganan Segera: Warga meminta perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu dan dinas terkait untuk turun tangan meninjau lokasi.

Solusi Jangka Panjang: Perbaikan infrastruktur jalan, peninggian badan jalan di titik rawan, serta normalisasi saluran pembuangan air (drainase) dinilai mendesak agar jalur lintas selatan tidak terus-menerus lumpuh setiap kali musim penghujan tiba.

Hingga berita ini diturunkan, luapan air masih menggenangi jalan. Para pengguna jalan yang hendak menuju arah Putusibau maupun sebaliknya diimbau untuk mencari informasi jalur alternatif atau menunda perjalanan demi keselamatan.

Penulis: Bambang

Air Mulai Naik, Pengguna Jalan Trans Kalimantan Arah Putussibau–Pontianak di Nanga Nuar Diimbau Waspada!

Oleh On Mei 16, 2026

www.bidiksatunews.com
KAPUAS HULU – kecamatan silat hilir. Curah hujan yang tinggi diduga mulai memicu luapan air di sejumlah wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.
 Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Minggu (17 Mei 2026) pagi, genangan air dilaporkan mulai naik dan merendam badan jalan serta pekarangan rumah warga di Desa Nanga Nuar, Kecamatan Silat Hilir.
Kondisi terkini menunjukkan air berwarna keruh kecokelatan mulai menggenangi jalur utama yang menghubungkan Putussibau dan Pontianak. Meski arus lalu lintas terpantau masih bisa dilalui, debit air yang terus merangkak naik mulai mengganggu kenyamanan dan membahayakan para pengguna jalan.
Pemotor Terjang Ombak, Anak-anak Mulai Bermain Air
Beberapa pengendara sepeda motor tampak harus ekstra hati-hati dan memperlambat laju kendaraan mereka untuk menerjang genangan air yang menimbulkan cipratan cukup tinggi. Di sisi lain, situasi ini juga mulai dimanfaatkan oleh anak-anak setempat untuk bermain air di pinggir jalan yang terendam.
Warga setempat mengungkapkan bahwa air baru saja mulai naik pagi ini. Jika intensitas hujan di hulu tidak kunjung mereda, dikhawatirkan ketinggian air akan terus bertambah dan berpotensi melumpuhkan akses kendaraan roda dua maupun roda empat.
Imbauan Penting untuk Pengguna Jalan dan Warga
Bagi Anda yang berencana melakukan perjalanan melintasi rute Putussibau – Pontianak, khususnya saat melewati Desa Nanga Nuar, Kecamatan Silat Hilir, berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
Kurangi Kecepatan: Genangan air dapat menyembunyikan lubang jalan atau batu yang membahayakan keseimbangan kendaraan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Jaga Jarak Aman: Cipratan air dari kendaraan besar (truk/bus) dapat menghalangi pandangan Anda secara tiba-tiba.
Pantau Kondisi Kendaraan: Pastikan sistem pengereman dan kelistrikan kendaraan Anda dalam kondisi prima sebelum menerobos genangan.
Waspada Arus Susulan: Bagi warga yang tinggal di tepian jalur atau daerah rendah, diharapkan mulai mengamankan barang-barang berharga guna mengantisipasi debit air yang naik lebih cepat.

Tetap utamakan keselamatan dalam berkendara. Lebih baik memperlambat perjalanan daripada memaksakan diri yang dapat berakibat fatal. Tetap pantau informasi cuaca dan kondisi jalur terkini sebelum berangkat! 

Tim: media: Redwan.

Monitoring Banjir, Ini Himbauan Kapolsek Silat Hulu

Oleh On Mei 15, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Kapuas Hulu - Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Silat Hulu menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah Desa pada Sabtu (16/5/2026). 

Menyikapi kondisi tersebut, personil Polsek Silat Hulu melaksanakan monitoring perkembangan banjir, puting beliung dan longsor (Batingsor) sejak pukul 07.00 WIB guna memastikan situasi masyarakat tetap aman dan terkendali.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terdapat empat desa yang terdampak banjir yakni Desa Landau Badai, Desa Nanga Ngeri, Desa Dangkan Kota dan Desa Nanga Dangkan. Banjir yang terjadi diketahui merupakan banjir kiriman dari wilayah hulu sungai akibat meningkatnya debit air setelah hujan deras dalam beberapa hari terakhir.

Di Desa Landau Badai, genangan air terjadi di Dusun Sumber Maju dan Dusun Nanga Pengga dengan ketinggian air berkisar antara 50 hingga 80 sentimeter. Banjir mengakibatkan jalan desa terendam sehingga aktivitas masyarakat menjadi terganggu.
Sementara itu di Desa Nanga Ngeri, banjir merendam Jalan Dusun Pelita Jaya dan Dusun Kepala Gurung dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 70 sentimeter. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Dangkan Kota, di mana genangan air setinggi 50 hingga 120 sentimeter merendam Jalan Poros Dangkan Kota–Bongkong, kawasan depan Mapolsek Silat Hulu serta pemukiman warga yang berada di bantaran sungai.

Adapun di Desa Nanga Dangkan, banjir merendam Jalan Poros Dangkan Kota–Nanga Entibab dan Jalan Dusun Tanjung Harapan dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter di beberapa titik. Akibat banjir tersebut, arus lalu lintas kendaraan di sejumlah jalan poros desa dilaporkan lumpuh dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Selain banjir, longsor juga terjadi di jalan poros Desa Riam Tapang Kecamatan Silat Hulu menuju Desa Landau Kumpang Kecamatan Hulu Gurung. Hingga saat ini masyarakat Desa Riam Tapang masih bergotong royong membersihkan material longsor menggunakan alat seadanya agar akses jalan dapat kembali dilalui kendaraan, mengingat jalan tersebut merupakan salah satu jalur utama masyarakat.


Kapolres Kapuas Hulu AKBP Roberto Apriyanto Uda, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Silat Hulu AKP Jaspian mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan maupun longsor, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan bencana.

"Kami dari Polsek Silat Hulu juga terus melakukan monitoring situasi di lapangan guna memastikan keamanan serta keselamatan masyarakat tetap terjaga," ucap AKP Jaspian.

Selajutnya AKP Jaspian menyampaikan bahwa dari hasil monitoring sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil akibat kejadian tersebut. Situasi secara umum hingga saat ini masih dalam keadaan aman dan kondusif.

Pejabat Danramil 1206-14 Hulu Gurung Kerahkan Anggota  Atasi Dua Jembatan Penghubung Antar Desa & Dua Kecamatan Rusak Berat

Oleh On Mei 14, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Kapuas Hulu – Pejabat Danramil 1206-14 Hulu Gurung mengerahkan personel Koramil untuk membantu penanganan dua jembatan penghubung antar desa di dua kecamatan yang mengalami kerusakan berat akibat faktor usia dan tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Kerusakan jembatan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama akses transportasi warga, distribusi hasil pertanian, serta mobilitas pelajar dan pelayanan kesehatan. Menyikapi kondisi tersebut, Koramil 1206-14 Hulu Gurung bergerak cepat dengan menerjunkan anggota bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti dan penanganan darurat agar jembatan tetap dapat digunakan sementara waktu.
Peltu Didik Kepada  Awak Media ,mengatakan, keterlibatan TNI merupakan bentuk kepedulian terhadap kesulitan masyarakat di wilayah binaan. Menurutnya, akses jalan dan jembatan merupakan sarana vital yang harus segera ditangani demi kelancaran aktivitas warga.
“Kami bersama masyarakat berupaya melakukan perbaikan sementara agar akses penghubung antar desa tetap bisa dilalui dengan aman sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait,” ujarnya.

Selain melakukan perbaikan darurat, anggota Koramil 1206-14 Hulu Gurung juga membantu pengamanan lokasi guna mengantisipasi kecelakaan bagi warga yang melintas. Warga pun diimbau agar tetap berhati-hati ketika melewati jembatan tersebut, terutama saat hujan turun dan kondisi licin.
Kegiatan gotong royong yang dilakukan anggota Koramil bersama warga mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat dinilai memberikan semangat serta membantu mempercepat penanganan kerusakan fasilitas umum yang menjadi kebutuhan utama warga.

Diharapkan melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, perbaikan permanen kedua jembatan tersebut dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan aman,Tutur"Peltu Didik Riyono.

(Ddk)

Antisipasipenyalahgunaan Narkoba dan BullyingPolsek Putussibau Selatan gencar laksanakan sosialisasi di Persekolahan

Oleh On Mei 14, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Dalam rangka antisipasi penyalahgunaan Narkoba dan Bullying disekolah Kapolsek Putussibau Selatan bersama anggota kembali  melaksanakan sosialisasi kali ini kepada seluruh siswa-siswi SD 22 Kedamin Hulu Kecamatan Putussibau Selatan,
Rabu 13 mei 2026

Sosialisasi dilakukan untuk memberikan wawasan tentang apa pengertian  penyalahgunaan Narkoba dan apa dampak negatif terhadap Bullying sejak usia dini 

Penyalahgunaan narkoba dan bullying (perundungan) adalah dua masalah serius yang saling berkaitan dan memberikan dampak buruk yang mendalam, baik bagi korban, pelaku, maupun lingkungan sekitar
 
Dampak Penyalahgunaan Narkoba
meliputi  Kesehatan Fisik & Mental
Psikis dimana muncul gangguan jiwa, halusinasi, paranoia, depresi berat, kecemasan berlebih, hilang konsentrasi, dan perubahan perilaku yang drastis.
 
Dampak Sosial & Ekonomi
Merusak masa depan pendidikan dan karier karena sulit fokus dan sering absen, menimbulkan beban ekonomi besar karena uang habis untuk beli obat-obatan atau biaya pengobatan rehabilitasi.
dan Pelaku bisa dijerat UU Narkotika dengan ancaman pidana penjara yang berat, mulai dari penjara hingga hukuman mati, tergantung jenis dan jumlah barang bukti sementara dampak Bullying (Perundungan)  pada Korban
 PsikologisTrauma mendalam, 
rasa takut terus-menerus, hilang rasa percaya diri, depresi, keinginan menyakiti diri sendiri, hingga ide atau tindakan bunuh diri,menciptakan suasana yang tidak aman, penuh ketakutan, dan merusak iklim positif di sekolah maupun lingkungan masyarakat

Hari ini saya bersama anggota Polsek Putussibau Selatan melaksanakan sosialisasi Antisipasi penyalahgunaan Narkoba dan Bullying di SD 22 Putussibau ,semoga anak kita terhindar dari Narkoba dan Bullying
ujar IPTU Ismail Sinuraya selaku Kapolsek Putussibau Selatan 

Penulis Humas Polsek Putussibau Selatan

Pastikan Ibadah Kenaikan Yesus Kristus berjalan tertib Personel Pengamanan Polsek Putussibau Selatan bersama anggota Polres Kapuas Hulu laksanakan pengamanan Ibadah

Oleh On Mei 14, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Bertempat di Gereja Katholik 
Gereja Katolik Santo Bonaventura Desa Kedamin Darat Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu Personil Polsek Putussibau Selatan bersama anggota Polres Kapuas Hulu melaksanakan Pengamanan Ibadah  (14-5-2026)

Adapun personel yang melaksanakan pengamanan AKP Hemdi Bintanto selaku Padal, tiga orang personil Polsek Putussibau Selatan dan 9 personil Polres Kapuas Hulu 

Tampak pelaksanaan Ibadah Kenaikan Yesus Kristus di
Gereja Katolik Santo Bonaventura Desa Kedamin Darat berjalan dengan Khidmat  lancar aman terkendali  dengan jumlah jemaat yg melaksanakan ibadah sebanyak  seratus orang,anggota Pengamanan melakukan Pengaturan Lalin dan Pengamanan terbuka 
Polsek Putussibau Selatan secara konsisten melaksanakan patroli dan pengamanan gereja untuk menjamin keamanan dan kenyamanan umat Kristiani yang beribadah di wilayah Kecamatan Putussibau Selatan. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam menciptakan situasi kondusif, termasuk menjaga toleransi dan keamanan ibadah hari kenaikan Yesus Kristus.,ujar IPTU Ismail Sinuraya selaku Kapolsek Putussibau Selatan 

Sumber Humas Polsek Putussibau Selatan

Truk Bermuatan Cangkang Kernel Sawit Terguling di Jalan Ahmad Yani Cempekak, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh

Oleh On Mei 13, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Sanggau, Kalimantan Barat — Sebuah truk bermuatan cangkang kernel sawit mengalami kecelakaan tunggal hingga terguling di ruas Jalan Ahmad Yani wilayah Cempekak, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis siang (14/05/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan arus lalu lintas sempat lumpuh dan antrean kendaraan mengular cukup panjang di jalur utama penghubung antarwilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, truk bermuatan cangkang kernel sawit tampak terguling dan melintang di tengah badan jalan. Muatan cangkang sawit yang dibawa berhamburan hingga menutupi sebagian besar permukaan jalan aspal, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat hanya dapat melintas secara bergantian dengan sangat hati-hati.
Suasana di sekitar lokasi kejadian terlihat ramai dipadati warga dan pengguna jalan yang berhenti untuk menyaksikan proses penanganan kecelakaan. Sejumlah masyarakat tampak membantu mengatur arus kendaraan guna mencegah kemacetan total sambil menunggu proses evakuasi truk selesai dilakukan.
Tidak jauh dari lokasi kejadian, terlihat pula mobil tangki milik Pertamina Patra Niaga ikut terjebak antrean akibat akses jalan yang tertutup badan truk terguling. Beberapa kendaraan besar lainnya juga harus berhenti cukup lama karena hanya tersisa satu jalur sempit yang dapat dilalui kendaraan secara bergantian.
Diduga kecelakaan terjadi akibat kondisi jalan yang relatif sempit dan licin, ditambah adanya tikungan di kawasan tersebut. Beban muatan yang cukup berat diperkirakan membuat kendaraan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling ke sisi jalan.
Beruntung, hingga berita ini diturunkan belum terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun sopir truk dikabarkan mengalami syok setelah kendaraan yang dikemudikannya terbalik dan muatan tumpah ke badan jalan.
Akibat kejadian tersebut, arus kendaraan dari arah Tayan maupun sebaliknya mengalami perlambatan cukup panjang. Para pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan Jalan Ahmad Yani Cempekak, khususnya kendaraan bertonase besar yang membawa hasil perkebunan maupun material berat lainnya.
Masyarakat sekitar meminta pihak terkait, khususnya Dinas Lalu Angkutan Jalan (DLAJ) dan instansi berwenang lainnya, agar mengambil tindakan tegas terhadap kendaraan angkutan berat yang diduga melebihi kapasitas muatan. Selain itu, warga juga berharap adanya perhatian serius terhadap kondisi jalan yang dinilai rawan kecelakaan guna mengurangi risiko terjadinya insiden serupa di kemudian hari.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengemudi agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan, menjaga kecepatan, serta memperhatikan kapasitas muatan demi keselamatan bersama di jalan raya.-( Si Juli)

Pembangunan Gedung Perpustakaan dan WC, SDN 05 PB Penai Diduga Tidak Sesuai Spek dan Terbengkalai.

Oleh On Mei 13, 2026

www bidiksatunews com
14/mei/2026,kecamatan silat hilir, kabupaten Kapuas hulu 
KALIMANTAN BARAT – Pembangunan ruang perpustakaan di SDN 05 PB Penai kini menjadi sorotan.


 Proyek yang seharusnya menunjang fasilitas pendidikan bagi siswa tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (spek) dan ditinggalkan begitu saja dalam kondisi yang memprihatinkan atau "amburadul".



Berdasarkan rekaman visual di lokasi, terdapat beberapa poin krusial yang menunjukkan rendahnya kualitas pengerjaan:
Struktur Pondasi yang Ringkih: Bangunan tampak hanya ditopang oleh tiang-tiang kayu kecil yang terlihat tidak stabil untuk menyangga beban bangunan semen yang cukup berat.



Tangga dan Akses Belum Tuntas: Bagian tangga semen terlihat kasar dan belum selesai, bahkan hanya menggunakan papan kayu seadanya sebagai akses jalan yang sangat berisiko bagi keselamatan siswa.



Finishing Dinding dan Lantai: Banyak bagian dinding yang belum diplester dengan rapi, serta bagian bawah bangunan yang dibiarkan terbuka tanpa pengaman, dikelilingi oleh rumput liar yang mulai meninggi.



Material yang Terbengkalai: Di sekitar lokasi masih terlihat sisa-sisa material kayu yang berserakan, menandakan proyek ini dihentikan sebelum mencapai tahap penyelesaian yang layak.



Desakan Kepada Pemerintah
Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat dan wali murid. Pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan terkait, diminta untuk segera turun tangan melakukan audit terhadap kontraktor pelaksana proyek tersebut.



"Pemerintah harus segera mengevaluasi pengerjaan ini. Jangan sampai anggaran negara habis untuk bangunan yang justru membahayakan anak-anak kami," ujar salah satu warga yang memantau lokasi. penulis: Bambang.

Antrean BBM Subsidi di SPBU Kecamatan Kapuas Sanggau Dinilai Semrawut, Warga Soroti Pengawasan APH

Oleh On Mei 13, 2026

Www.bidiksatunews.com-
Sanggau, 14 Mei 2026 — Kondisi antrean kendaraan di SPBU Nomor 64.785.05 yang berada di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, dikeluhkan masyarakat. 

Pasalnya, antrean pengisian BBM subsidi dinilai tidak tertib dan diduga terjadi penyalahgunaan penyaluran BBM subsidi yang hingga kini terkesan dibiarkan oleh aparat penegak hukum (APH).
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda empat maupun roda dua tampak tidak beraturan. 

Bahkan sejumlah kendaraan disebut-sebut rela berjam-jam mengantre demi mendapatkan BBM bersubsidi jenis solar maupun pertalite.

Masyarakat menilai kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun belum ada tindakan tegas dari pihak terkait. 

Warga berharap pengelola SPBU dapat menerapkan aturan antrean yang lebih tertib agar tidak menimbulkan kemacetan serta keresahan pengguna jalan lainnya.

Selain itu, muncul dugaan adanya kendaraan yang melakukan pengisian berulang kali serta kendaraan dengan tangki modifikasi yang bebas mengisi BBM subsidi. 

Dugaan tersebut memicu perhatian masyarakat karena BBM subsidi sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Kalau dibiarkan terus seperti ini, masyarakat kecil yang dirugikan. 

Kami berharap ada pengawasan ketat dari pihak Pertamina maupun APH,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat meminta pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat terkait segera turun tangan melakukan pengawasan langsung di lapangan. 

Mereka berharap distribusi BBM subsidi dapat berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun aparat terkait mengenai dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tersebut.-[ Si-Tim]